sedikit mengenai prabowo subianto

April 25th, 2009

Pada hari Selasa, 31 Maret 2009 yang lalu, saya berkesempatan mengikuti acara ngariung bersama Prabowo Subianto. Acara yang diadakan oleh network pendukung Prabowo for President (RI) tersebut secara khusus mengundang masyarakat online Indonesia antara lain pendukung Prabowo di Facebook, warga Kompasiana dan para blogger. Saya sendiri masuk sebagai blogger meskipun sebenarnya Heriyadi yang telah berbaik hati mengundang untuk hadir pada acara ini.

Sejujurnya saya tidak begitu mengenal benar orang ini, kecuali seperti yang sudah diketahui oleh masyarakat umum, seperti bahwa beliau adalah anak dari prof. Soemitro, pernah menjadi menantu Pak Harto, menjadi salah satu tentara yang melewati jenjang karirnya dengan sangat cepat dan pernah menjadi komandan kopasus yang kemudian dilanjutkan menjadi Panglima Kostrad. 

Yang membuat saya tertarik pada figur ini adalah iklan ajakan untuk membeli produk nasional dengan harapan dapat mensejahterakan petani Indonesia, yang juga merupakan iklan ajakan untuk bergabung dengan partai Gerindra. Ajakan yang pertama jelas merupakan pencerahan karena masyarakat luas banyak yang belum memahami bahwa harga sembako murah dapat mengancam kehidupan petani, dan sosialisasi pesan ini seharusnya sudah dilakukan pemerintah sejak jaman Suharto.

Mengenai acara tersebut, saya sebenarnya juga tidak berharap banyak karena saya tahu Prabowo pasti kelelahan setelah berkampanye seharian ditambah dengan hujan besar dan macet (hari itu Gerindra mendapat giliran kampanye akbar di Senayan). Beberapa peristiwa yang agak mengganggu membuat hadirin agak jengah (turn off). Liputan acara tersebut dapat dilihat pada blog para blogger ternama yang juga hadir pada kesempatan itu: 

≈≈≈

Berbagai pemberitaan negatif mengenai Prabowo sepertinya sudah cukup tertanam di benak masyarakat, sehingga untuk memperbaikinya Prabowo harus bekerja ekstra. Setidaknya ada dua peristiwa di mana Prabowo mendapat nama jeleknya, yaitu: Pertama, terkait dalam penculikan aktivis reformasi (antara lain Pius Lustrilanang, Haryanto Taslam dll). Mengenai keterkaitan ini Prabowo pernah mengakui keterlibatannya serta telah dikonfirmasi juga oleh para korbannya.

Kedua, Prabowo dituduh hendak melakukan kudeta pada pertengahan Mei 1998, sesaat setelah Soeharto mengundurkan diri dari jabatan kepresidenan. Mengenai hal tersebut, Prabowo menolak tuduhan tersebut dan dikonfirmasi oleh Sintong Panjaitan dalam otobiografinya, di mana pada saat itu yang bersangkutan menjabat sebagai Penasehat Militer Presiden. Buku Sintong tersebut mengisahkan betapa besar power yang dimiliki oleh Prabowo dalam lingkungan TNI dan istana, sehingga beliau dapat mempengaruhi berbagai kebijakan keamanan. Sintong juga mengisahkan bahwa saat itu Prabowo direkomendasikan oleh Jenderal Purn. AH Nasution untuk menjadi KSAD. Rekomendasi tersebut tidak pernah dilaksanakan oleh Habibie (presiden), bahkan Habibie meminta Wiranto untuk memutasikan Prabowo dari jabatannya sebagai Panglima Kostrad. Fakta lain yang terkait adalah, Prabowo tidak melakukan gerakan ke arah kudeta kecuali mendatangkan pasukan Kostrad dari daerah ke Jakarta untuk memperkuat pengamanan pasca kerusuhan dan pergantian Presiden. Hal ini juga dikonfirmasi langsung oleh yang bersangkutan pada acara “temu Prabowo dengan Blogger”.

Sepertinya kesimpang-siuran informasi telah menjadi gosip yang dilahap mentah-mentah oleh media. Dramatisasi terjadi dibalik pemberitaan dan gosip terus berkembang sehingga masyarakat yakin bahwa faktanya memang demikian. 

Dari otobiografi Sintong, bisa diambil kesimpulan bahwa Sintong Panjaitan adalah seorang tentara profesional dengan pribadi yang mempunyai integritas tinggi, sehingga kesaksiannya mengenai peristiwa Mei 1998 sangat dapat dijadikan acuan terhadap fakta. 

≈≈≈

Walaupun pada acara temu Prabowo dengan blogger tersebut saya kebagian satu bukunya, saya belum sempat membacanya. Ketika saya sampai di rumah, ternyata ada Papa yang malam itu menginap di rumah karena esoknya ada sebuah acara yang harus ia hadiri dan buku itu ia sita untuk ia baca sekembalinya ia ke Bandung. Untungnya saya masih mendapat sekilas uraian dari Heriyadi mengenai isi buku tersebut yang utamanya adalah mengenai pengungkapan fakta ekonomi bahwa Indonesia mengalami defisit triliunan rupiah sertiap tahunnya dan mengenai ide untuk re-valuasi, revitalisasi kekayaan alam Indonesia sehingga mendapat posisi yang lebih baik dalam perekonomian dunia.

Dalam acara temu blogger tersebut, Prabowo mengungkapkan dengan gamblang temuan, ide, dan semangatnya untuk memperbaiki kondisi keterpurukan ini. Beliau menggunakan berbagai ilustrasi untuk menggambarkan keterpurukan, juga berbagai ilustrasi untuk menggambarkan fisibilitas dari gagasannya. Hal yang mengganjal dari ilustrasi-ilustrasi tersebut adalah setiap kali beliau menyebut kejayaan Indonesia selalu yang berkaitan dengan kekayaan alam dan budaya. Namun bila menyebut mengenai inovasi, inspirasi, dan hal lain yang berkaitan dengan keahlian-keterampilan manusia, beliau selalu menyebut nama institusi atau orang asing, Harvard, Lee Kuan Yew, dan lain-lain. Sebaliknya ilustrasi mengenai orang Indonesia atau rakyat adalah gambaran mengenai kesengsaraan dan kebodohan.

Agak mengkhawatirkan bila kita berkesimpulan dari acara temu blogger tersebut, di mana beliau seperti tidak mempunyai kepercayaan terhadap bangsa sendiri. Menurut beberapa teman, tim komunikasi yang bertanggung jawab terhadap kesuksesan pencitraan Prabowo pun juga ber-merk asing. 

Di luar kecurigaan tersebut, saya merasa bahwa Prabowo dengan pengalaman panjangnya sebagai militer dan pengusaha telah membentuk karakter yang kuat dan berintegritas. Ambisius adalah sifat yang dibaca oleh masyarakat dan diakuinya secara jujur.  

≈≈≈

Harus diakui strategi komunikasi yang dirancang sangatlah baik, dapat dilihat dari hasil yang sangat lumayan untuk sebuah partai yang baru terbit. Selain iklan di TV yang boleh dibilang juara (dibanding kontestan lain), Prabowo dan partainya juga mempunyai website yang mungkin terbaik juga di antara kontestan lain. 

Demikianlah sedikit mengenai Prabowo Subianto.

 

Update - 24 Mei 2009: Prabowo telah resmi menjadi calon wakil presiden dari ketua PDI perjuangan, Megawati Sukarnoputri. Pasangan inipun juga membangun komunikasi melalui Twitter dengan id @megabowo.

kecelakaan - farewell to si hijau

February 14th, 2009

Bandung,pagi hari tanggal 15 Januari itu saya terlambat bangun. Rencana bangun jam 5 ternyata malah molor hingga jam 7. Dari rencana yang tidur hanya satu setengah jam saja jadi kepanjangan sampai 3 jam. Iya memang saya baru tidur jam 03.30.

Karena saya sudah berjanji dengan Cecep dan Pak Ahmad utnuk melakukan briefing di Pasar Minggu jam 10.00 maka saya harus segera berangkat ke Jakarta. Setelah ngopi dan mandi, saya langsung bergegas berangkat. Waktu menunjukkan pukul 08.15 ketika saya berpamitan pada Papa dan Mama. Mampir sebentar ke ATM dan Pom Bensin, saya tiba di pintu tol pasteur sekitar pukul 08.40.

Cuaca memang tidak bersahabat pada pagi itu, hujan turun memang tidak terlalu deras tapi cukup untuk membuat genangan-genangan air yang membuat mobil dapat slip. Saya berusaha untuk konsentrasi penuh, dan saya yakin pada waktu itu saya tidak mengantuk sama sekali.

Teringat oleh saya, pernah pada suatu hari saya kebut-kebutan dengan seekor Mitshubishi Galant V6 di Cipularang dengan kondisi yang sama, yaitu hujan. pada waktu itu saya memenangkan balapan liar tersebut pada kecepatan di atas 200 km/jam. Saya yakin waktu itu yang membuat galant agak keder pada kecepatan tersebut adalah handling yang agak merepotkan ketika harus melewati genangan air.

Hujan memang tidak sederas pada saat saya balapan dengan Mitsubishi Galant, tetapi kondisi jalanan sepertinya sama, yaitu banyak genangan air. Mungkin dari hujan malam sebelumnya. Kepadatan jalan pun terbilang jauh dari kondisi padat atau macet. Saya hampir tidak menggunakan bahu jalan sama sekali untuk mendahului karena hampir selalu tersedia jalur kanan utnuk mendahului.

Memasuki kilometer 80-an saya melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 08.55. Dalam hati saya berpikir bahwa akan tiba di Pasar Minggu lebih awal daripada Ahmadi ataupun Cecep, apalagi dengan kondisi jalan yang agak kosong. Meskipun demikian saya mencoba menahan diri untuk tidak mematok kecepatan maksimum pagi itu di 200 km/jam dan tidak lebih. Saat itu kecepatan rata-rata antara 160 - 180 km/jam.

Tiba-tiba di jalan yang relatif lurus dan kosong tersebut (hanya ada satu mobil di depan saya), mobil selip ke arah kanan. Saya mencoba mengendalikan secepat mungkin dan menginjak rem sedalam mungkin (ABS), tapi mobil sepertinya berputar kencang sekali. Yang terlintas dalam pikiran saya saat itu adalah bagaimana caranya saya tidak menabrak mobil di depan saya… dan sepertinya setelah itu saya tidak sadarkan diri.

Ketika saya sadar 100%, saya mendapati diri saya sudah berbaring di sebuah instalasi gawat darurat sebuah rumah sakit berjudul RS Efarinna Etaham Purwakarta. Semenit kemudian, Erick, adik saya, yang ternyata sudah berada di RS sejak saya belum sadar mengacungkan Blackberrynya ke muka saya untuk mengambil foto saya.

Iya reflek saya langsung senyum. Nggak kelihatan di foto kalau di keliling kepala saya banyak lecet dan memar.

Tak lama setelah itu saya juga melihat Papa, Mama, dan juga Ratih, sepupu saya yang saya tidak tahu kapan mereka tiba. Setelah melalui pemeriksaan CitiScan (bener ga?) dan pengurusan administrasi, saya dipersilahkan untuk meninggalkan rumah sakit. Saya sebenarnya berminat untuk ikut Erick kembali ke Jakarta, tapi Papa menyuruh saya beristirahat dulu di Bandung hingga pulih.

Kami kemudian singgah makan di sebuah RS di Purwakarta dan langsung menengok si Hijau yang sudah di derek dan diparkir di halaman kantor PJR Sadang. Lemes saya melihat si hijau yang sudah tidak berbentuk.

Saat itu juga saya berpikir bahwa telah kehilangan si Hijau, karena untuk memperbaikinya dipastikan akan membutuhkan biaya yang sangat banyak dan kesabaran yang sangat tinggi. Jadi selamat jalan dech my lovely Audi..

Sekitar dua minggu kemudian saya menengok lagi Si Hijau yang ternyata sudah dipindahkan ke kantor PJR Purwakarta. Sekalian saya juga menengok TKP yaitu di km 71,6 di jalur Bandung-Jakarta. Setelah mempelajari fakta-fakta yang ada, saya menyimpulkan bahwa kecelakaan disebabkan oleh pecah ban atau selip. Kemungkinan pertama scorenya lebih besar karena ban kanan depan pecah dan habis, yang tersisa hanyalah velg saja. Mengenai prosesnya, dilihat dari kerusakan si Hijau dan bekas-bekas TKP, maka dapat disimpulkan selain berputar horizontal, mobil sempat terbang dan salto, kemudian mendarat dengan pantat dulu, baru dilanjutkan dengan salto darat hingga berhenti terlentang (sesuai penuturan petugas PJR).

Beberapa orang berpendapat bahwa saya terselamatkan karena saya menggunakan Audi yang terkenal dengan safety standardnya. Setelah saya melihat sendiri kerusakan yang terjadi, saya berkesimpulan bahwa malaikatpun sangat berperan menyelamatkan saya, karena bagian atap pun yang berjarak hanya beberapa senti dari kepala saya (bila di belakang setir) hancur hingga ke masuk ke dalam. Namun harus diakui struktur rangka dan Body Audi sangat baik sehingga meskipun jungkir balik kedua sisi relatif hanya bengkok sedikit. Saya sangat bersyukur.

Hasil dari kecelakaan tersebut adalah otot leher yang kaku, kedua bahu nyeri bila memutar lengan, dan tiga jahitan di punggung kaki kiri. Selebihnya hanya lecet dan memar ringan di kepala.

Beberapa posting saya mengenai si Hijau:

Gambar lengkap si Hijau yang rusak dapat dilihat di sini

Saya ingat pada saat setengah sadar saya meminta perawat untuk mengganti baju saya yang basah kuyup oleh bensin (panas), kemudian memberi tahu nomor telepon rumah di Bandung, dan mempersilahkan perawat menjahit sobek di punggung kaki kiri saya. Yang saya tidak ingat adalah ketika saya dikeluarkan dari mobil, para petugas yang menolong mengatakan bahwa saya berdiri dan berjalan sendiri ke mobil ambulans.

Yeap saya sangat bersyukur masih dikasih hidup dan sepertinya peristiwa ini adalah peringatan buat saya. Tentunya bukan untuk berhenti ngebut… :D

menjadi kepala suku (seperti don)

January 2nd, 2009

Semalam sebelum pertemuan keluarga besar dari Eyang Buyut, saya masih meraba-raba motivasi dari masing-masing keluarga untuk berkumpul di Bandung. Memperhatikan antusiasme yang begitu besar dari berbagai generasi di keluarga besar tersebut membuat saya berpikir bahwa motivasi mungkin beragam. Ada sekitar 180-an orang yang menyatakan akan hadir dari sepuluh keluarga besar. Saya membayangkan pertemuan keluarga yang sebagian tidak saling kenal tersebut bagaikan pertemuan para keluarga Sisilia dalam film Godfather atau film mengenai Lucky Luciano (lupa judulnya).

Pertemuan dua hari itupun akhirnya mencatat lebih dari 200 manusia yang hadir, terdiri dari beberapa generasi (baik secara tingkatan dalam keluarga maupun secara umur). Seperti yang sudah saya bayangkan, ternyata motivasi untuk berkumpul tersebut didominasi oleh generasi ke-dua (secara tingkatan keluarga adalah cucu dari buyut saya), kemudian secara umurpun motivasi juga terlihat dari generasi berumur 45 tahun ke atas. Motivasi utama adalah mempererat tali silaturahmi sekaligus juga reuni karena umumnya mereka sudah saling mengenal satu sama lain. Sedangkan generasi di bawahnya terlihat bermotivasi untuk ingin tahu, ingin kenal dan seterusnya..

Yang unik pada acara tersebut adalah pada akhirnya semua bersepakat untuk melanggengkan paguyuban kekeluargaan ini dengan tujuan utama untuk mempererat tali silaturahmi. Meskipun tidak terucap secara eksplisit, tampaknya harapan untuk terjadinya organisasi modern untuk menampung aspirasi dan melaksanakannya muncul dalam kepala-kepala peserta yang hadir tersebut. Betul, potensi sudah terlihat dan rasionalitas dari hadirin sudah bekerja..

Bagian yang mirip dengan film Godfather itu adalah ketika masing-masing keluarga besar melalui perwakilannya menyatakan persetujuannya terhadap kepemimpinan saya sebagai pengurus Ikatan Keluarga tersebut… Mereka satu per satu berdiri dan menyatakan dukungannya atau pernyataan ketidak beratan dengan keputusan. Saya pikir ini seperti sudah bukan keluarga Jawa lagi.. tapi ya mungkin semuanya sudah berubah…

Masih ada dewan pengarah yang akan dibentuk untuk memberikan arahan kepada pengurus. Juga komisariat yang menjadi wakil pengurus di masing-masing keluarga besar.

Pertemuan yang tidak direncanakan serius itu dapat dikatakan sukses secara umum, baik dari sisi jumlah peserta, ketepatan waktu penyelenggaraan, akomodasi dan transportasi, dan acara.. meskipun tidak ada panitia khusus untuk acara tersebut.. Hanya ada beberapa orang dengan tekad dan jiwa besar untuk mewujudkannya.

Pada malam hari setelah acara selesai, Erick, adik saya bertanya, “gimana rasanya sudah jadi Don?”. Saya masih merenung.. sepertinya aspirasi yang belum diungkapkan masih banyak dan terus dibangun…

jalan-jalan akhir tahun 2008 (bag. ke I)

December 28th, 2008

Setelah tertunda 2 hari dan dengan terpaksa harus menerima hangusnya tiket pesawat, akhirnya pada tgl 2 Desember saya berangkat ke Kuala Lumpur untuk memulai petualangan pendek mengunjungi negara-negara tetangga (Asia Tenggara). Proses keberangkatan itu sendiri cukup kisruh karena memang sebelumnya kita sudah menjadwalkan tapi sekonyong-konyong pekerjaan menuntut kita untuk menunda, tentunya makin kisruh karena kebiasaan saya mengerjakan segala sesuatunya pada last minute.

Rekan petualangan kali ini adalah Boyan yang dengan baik hati membangun rencana termasuk jadwal dan mengatur seluruh prosesnya dengan rapi termasuk urusan dana (saya tidak perlu nabung :p). Base yang kita pilih adalah Kuala Lumpur, selain karena Air Asia berpusat di sana juga karena ada seorang teman baik yang tinggal di sana di mana kami juga merencanakan untuk menghabiskan banyak waktu bersamanya. Tapi rencana ini berubah karena penundaan keberangkatan dan sesuatu hal yang membuat mood saya berubah drastis. Kami hanya tinggal satu malam di Kuala Lumpur dan langsung menlanjutkan perjalanan ke Haad Yai (Hat Yai), Thailand.

Sesuai dengan rencana, kami lebih banyak menggunakan fasilitas transportasi darat agar lebih banyak bisa menikmati perjalanan dan berinteraksi dengan warga lokal. Perjalanan ke KL - Hat Yai kami tempuh menggunakan bis yang relatif nyaman (meskipun Boyan merasa sebaliknya) selama 11 jam. Berhenti makan sekali di dekat perbatasan Malaysia - Thailand, kami juga menemukan warung Indonesia (muslim) di sana.

Tiba di Hat Yai pada pagi hari, kami memutuskan untuk langsung pesan tiket bis ke Bangkok pada sore harinya. Seharian kami habiskan untuk berjalan-jalan di kota tersebut sambil mampir sedikit ke warnet dan makan siang. Kota ini sebenarnya cukup menarik untuk disinggahi. Andaikata kita mengalokasikan lebih banyak waktu, saya pasti akan bermalam dan menghabiskan lebih banyak waktu di kota ini. Keunikan kota ini antara lain desbabkan terjadinya pembauran beberapa budaya sekaligus, yaitu budaya Muslim, Buddha dan tradisional Thailand. Tapi yang paling berkesan buat saya adalah berkeliarannya angkutan umum yang dipanggil dengan istilah Tuk-Tuk. Armada ini bukan seperti rickshaw atau Tuk-Tuk di tempat lain karena Tuk-Tuk yang ini rata-rata menggunakan mobil tahun 70-an dengan berbagai merk, kalau di Indonesia mereka terkenal dengan istilah Trungtung.. Hebatnya armada ini adalah hampir semuanya terawat baik, jadi tidak menghasilkan polusi gila-gilaan (padahal kendaraan tua) dan cantik (antik) karena bersih-bersih semua.

Tuk Tuk

Kami berangkat ke Bangkok sekitar jam 3 siang, menggunakan bis yang ternyata biasa-biasa saja setelah sebelumnya kami berharap mendapat bis yang bagus. Ga jelek banget, ada AC tapi agak bau dan disetel video lagu-lagu Thailand yang susah untuk kami nikmati. Sepanjang jalan kami melihat banyak sekali poster dan baliho yang banyak menampilkan gambar Raja. Akhirnya kami paham, ternyata poster-poster tersebut ada dalam rangka memperingati ulang tahun raja Thailand.

bersambung…

note: sebenarnya tulisan ini dibuat pada bln Maret tgl 7, jauh setelah jalan-jalan akhir tahun itu sendiri.. Saya sepertinya juga sudah banyak lupa, termasuk gaya penulisan saya sendiri. :p

akhirnya ikutan pesta blogger 2008

November 23rd, 2008

Hari ini adalah hari istimewa buat para blogger Indonesia, terutama yang tinggal di Jakarta. Istimewa karena hari ini adalah hari terakhir rangkaian acara Pesta Blogger 2008, di mana sejumlah besar blogger senior dan pemula bercampur baur ngumpul dan berbagi di gedung BPPT, Jakarta. Saya hadir… ternyata blogger ogah-ogahan seperti saya juga boleh hadir.. Hebat!!

Sayangnya saya tidak bisa hadir dari awal karena ada kewajiban mengantar si hijau berobat di cempaka putih… dan sayangnya juga saya tidak bisa mengikuti acara hingga selesai karena jadwal sudah di-reserve oleh teman jauh-jauh hari.. Tapi senang bisa hadir di acara ini.

Saya datang dengan tujuan utama merasakan nuansa crowd dari blogger Indonesia.. dan pastinya saya dapatkan itu. Sampai di gedung BPPT jam 12 siang pas jam nya makan siang, rangkaian acara sebelumnya jadi terlewatkan. Pada acara makan siang inilah, saya jadi dapat kesempatan untuk melihat siapa saja yang hadir… dan tentunya bertemu teman-teman.. senangnya..

Entah mengapa saya kurang begitu tertarik untuk ikut dalam Breakout Session discussion yang terbagi hingga 7 (atau 8?) pembahasan yang masing-masing dipandu oleh pakar di bidangnya masing-masing. Karena ogah-ogahan, jadinya nggak kebagian tempat duduk. Akhirnya ikut session Blog for your Brand yang dibawakan oleh Pak Nukman dari Virtual Consulting. Saya duduk di bangku paling depan sebelah kiri (agak jauh) dan membuat Pak Nukman hampir selalu membelakangi saya.. Karena pak Nukman dan pembicara lain tidak menggunakan Microphone, maka suara beliau hanya terdengar sayup-sayup.. “saya ganteng..”, katanya.

Setelah acara rehat kopi adalah sesi penarikan doorprize (yang mungkin ditunggu-tunggu). Sesi ini cukup panjang dan agak membosankan buat saya.. (mungkin karena saya nggak begitu mengenal crowd). Tapi yang pasti MC nya suaranya ga enak.. (terlalu keras) dan bunyinya kebanyakan angka-angka nomer doorprize itu. Acara kemudian dilanjutkan dengan ringkasan Breakout Session yang masing-masing dibawakan oleh pembicara pada Breakout Session atau wakilnya. Nah sayangnya lagi saya hanya ikut sedikit pada sesi ini, karena si teman yang punya janji jam 5 sudah telepon dan nanya, “udah nyampe mana loe pic?”. Bergegaslah saya meninggalkan lokasi Pesta Blogger tersebut, langsung meluncur menuju SCBD.

Meskipun tidak banyak kenal teman tersebut sebagai blogger tapi lumayan lah bikin saya nggak terlalu bengong di acara tersebut. Beberapa teman kampus dulu ternyata juga hadir di situ, seperti Budi Jompa, Nila Tanzil, dan Andi Darmawan plus ada satu lagi yang dikenalkan oleh Nila yaitu Peppy yang ternyata yunior saya juga. Juga beberapa teman lama seperti Boyan, Arief Ahdja, Ayu Bulandini, Boy Avianto, dan Aria Rajasa

Jakarta Twitter User Group (JTUG) hadir dan memberi kesan tersendiri pada Pesta Blogger 2008 ini. Hadir dengan pin JTUG, para pengguna twitter ini aktif mengikuti acara dan bergerak dalam satu kelompok. Adalah Alfa yang berinisiatif menyiapkan kostum khusus JTUG untuk Pesta Blogger ini, dan hal inilah yang menjadikan JTUG memberi kesan tersendiri, hingga media massa pun menyempatkan mengambil photo pose unik dari JTUG (alfa). Selain Alfa, JTUG yang hadir antara lain: gueamu (Amu), vodaschuler (Purba), aulia, budip (Budi Putra), deon, puspa, rampok, asil (Lisa S), neofreko (Toni) dan sofiakartika.

Laporan lebih bagus daripada posting ini bisa dilihat di post dari para blogger yang hadir hari ini:

Pesta Blogger ini adalah yang pertama buat saya, bukan karena saya baru saja ngeblog.. tapi karena tahun lalu saya tidak terhubung dengan baik dengan para blogger yang lain sehingga tidak terupdate acaranya.. Tahun ini, karena sudah berteman dengan para blogger yang kebetulan juga sesama pengguna Twitter, Facebook dan Plurk.. maka kabar Pesta Blogger ini tidak gampang terlewatkan..

Sekilas tapi saya yakin Pesta Blogger ini hebat dan sangat positif. Aura positif nya terlihat jelas. Salut untuk para panitia, sponsor, pemerintah dan pastinya para blogger!

sepuluh hal mengenai pico

November 1st, 2008

Leonnie FM telah memasukkan saya dalam daftar yang harus menulis sepuluh fakta mengenai diri saya sendiri. Permintaan Leonnie tersebut adalah bagian dari program viral blog post yang saya kurang tahu juga siapa yang memulainya. Berikut sepuluh hal mengenai saya:

1. saya lahir prematur di sebuah asrama tentara (barak) di Dajeuhkolot, Bandung Selatan. Alkisah proses kelahirannya hanya dibantu oleh seorang pembantu, menurut mereka saya keluar sendiri secara sukarela sekitar jam 4 pagi. Bapak saya sedang berada di Jakarta untuk menjenguk keponakan yang menurut jadwal akan lahir pada hari tersebut. Ada cerita lucu: Karena yang beliau tunggu tidak kunjung hadir maka bapak saya pulang kembali ke Dajeuhkolot untuk ikut apel pagi. Ketika tiba di Djeuhkolot pada subuh hari, beliau senang menerima ucapan selamat dari rekan-rekan dan anggota peleton yang dipimpinnya, dia berpikir akan naik pangkat… Setelah tiba sampai di kamar asrama, barulah dia paham pemberian selamat itu.. saya telah hadir untuk makin menceriakan (merepotkan) hidupnya..

2. Memandang kehidupan dan alam semesta ini lebih daripada sekedar interpretasi terhadap ajaran agama. Bukan hanya buku yang dibaca, tapi lebih kepada pengalaman batin dan spiritual yang benar-benar memperkaya. Beberapa paranormal secara explisit menyatakan bahwa saya mempunyai kemampuan lebih yang belum saya optimalkan, termasuk dalam hal pengobatan, kanuragan dan lain sebagainya. Beberapa ritual spiritual sebagai “orang jawa” keturunan penguasa Mataram pun pernah saya jalani, seperti semedi di Parang Kusumo dan lainnya.

3. Semasa masih kanak-kanak, saya adalah penakut dan saya malu bila itu terlihat oleh orang lain. Saya sangat takut melihat ular karet, ketinggian, kegelapan, kolong ranjang dan segala bentuk tidak terdefinisi. Mungkin hanya imajinasi saya yang berlebihan sehingga menciptakan ketakutan yang berlebihan juga. Saya benci hal tersebut hingga setiap kali saya berusaha melawan semua ketakutan yang ada dengan kepasrahan. Sekarang ini saya bisa mengatasi semua perasaaan takut yang berlebihan tersebut, termasuk kematian dan kehilangan.

4. Pada dasarnya Pico adalah pemalu dan pendiam. Saya tidak mudah berkomunikasi kepada orang lain, apalagi yang belum saya kenal. Akibatnya saya jarang sekali terlibat dalam keramaian atau kumpulan orang dan lebih sering menyendiri. … dan melamun..

5. Adalah manusia yang jauh dari disiplin dan lamban. Betul sekali.. Meskipun saya termasuk orang yang cukup bertanggung jawab, namun saya seringkali gagal karena tidak ada disiplin dan selalu menunda pekerjaan. Begitu juga disiplin untuk fokus membuat saya lamban. Saya tidak pernah tuntas menyelesaikan pscho-test (test IQ).

6. Pacaran pertama kali pada umur 27 tahun. Sejak itu saya sudah berpacaran dengan beberapa perempuan… dan tetap belum menemukan wanita yang menjadi idaman hati dan mau hidup bersama hingga akhir hayat. (updated - June 2009).

7. Sangat senang berpikir. Sebuah bentuk kecanduan butuh saluran. Kadang disalurkan ke dalam game strategy, kadang disalurkan untuk menganalisis hal-hal aktual, kadang disalurkan untuk memecahkan berbagai masalah dalam pekerjaan, dan kadang disalurkan untuk menganalisis hal-hal yang tidak penting.

8. Kembali ke masa kecil. Cita-cita saya yang paling konsisten semasa kecil adalah menjadi supir bus. Ini diilhami dari seringnya ikut papa berpergian antar kota menggunakan bus, dan papa saya selalu memilih tempat duduk di samping atau di belakang supir bus. Saya senang sekali memperhatikan supir bus dan jalanan, akibatnya berbagai barang berbentuk mirip dengan setir jadi mainan favorit saya.

9. Sangat open minded. Meskipun tidak semuanya dinyatakan dalam pernyataan sikap ataupun tindakan, saya berusaha menerima semua pandangan yang terlontar dan tidak terlontar, maupun perilaku dan tindakan dengan alasan paling anehpun. Dunia imajinasi saya pun secara rutin mensimulasikan berbagai hal yang paling ekstrim menurut pendapat orang, bermain dengan logika dengan berbagai peran. Pada saat itu saya selalu berusaha untuk “bebas nilai”.

10. Sangat mengagumi ciptaan Tuhan. Tidak perlu penciptaan alam semesta sebagai analoginya, cukup dengan bangunan organ tubuh kita atau yang lebih kecil lagi yaitu otak kita. Tuhan menciptakan otak dengan kompleksitas fungsi yang amat tinggi yang sepertinya tidak akan pernah disamai oleh siapapun juga. God is great!

Demikianlah sepuluh hal mengenai pico yang akhirnya dapat diungkapkan setelah tertunda 22 hari, (terhitung sejak tanggal penugasan yaitu 8 Oktober 2008) atas alasan yang dibuat-buat maupun tidak (namanya juga procrastinator). Semoga diterima dengan baik oleh Ibu Leonnie.

Karena penugasan ini bersifat viral, maka saya juga meneruskan tugas ini kepada Regina dan Kania… dua teman yang berkenalan di plurk dan ngeblog juga. Saya usul agar postingnya lebih kreatif, misalnya menggunakan image atau video yang sudah menjelaskan hingga tak perlu bertele-tele kayak posting ini. Semoga yang bersangkutan menerima penugasan ini dengan baik dan kemudian meneruskannya kepada rekan-rekannya. Terima kasih.

ngebut sebelum Lebaran

October 1st, 2008

Awalnya saya terinspirasi oleh plurk dari mas Boy Avianto yang mengungkapkan keinginannya untuk menjelajah Jakarta karena jalanan Jakarta sudah relatif sepi karena ditinggal mudik sebagian penduduknya. Nah hasrat saya untuk ngebut jadi bangkit kembali setelah lama nggak ngebut bareng Ivan, yang sekarang mendapat hambatan banyak untuk ngebut lagi.

Untuk memulai lagi sesuatu yang sudah lama kita tidak lakukan tidak semudah yang diucapkan, pada kasus ini bangun pagi adalah tantangan terberat. Kenapa mesti pagi? Bukankah jalanan Jakarta sedang kosong-kosongnya?

Saya merasa bahwa yang paling aman tetap menggunakan modus dan track yang sama yaitu Jagorawi, dengan range waktu pk. .05.00 - 08.00. Saya bilang aman karena meskipun disebut jalanan Jakarta kosong bukan berarti jalanan Jalarta benar-benar kosong. Pada kenyataannya masih banyak motor-motor dengan tujuan mudik berkeliaran pada subuh hari tadi. Harus Jagorawi untuk mencapai top speed, yang pastinya akan sangat sulit dicapai pada track pendek apalagi ada gangguan. Subuh hingga jam 8 pagi adalah waktu yang paling sepi di jalan, khususnya jalur Jagorawi ke arah Jakarta dari Ciawi.

Berikut laporannya:

Saya bangun terlambat, pk 05.15, langsung mengumpulkan nyawa dan bergegas mempersiapkan si Hijau. Tepat jam 05.30 saya berangkat dari rumah, track dari rumah sampai ke pintu tol Lebak Bulus jadi ajang pemanasan untuk si Hijau. Dari Lebak Bulus saya mulai memacu si hijau hingga ke pintu tol Cibubur, yang kami tempuh tidak lebih dari 10 menit. Pada track ini saya juga mempersiapkan kamera pocket Olympus untuk siap merekam dalam kondisi tidak stabil, yaitu merubah setting otomatis untuk sport shots.

ta bisa mencapai top speed

ta' bisa mencapai top speed

Setelah masuk tol Jagorawi saya mendapati bahwa jalanan sangatlah tidak kosong seperti yang saya bayangkan. Sepertinya banyak juga keluarga yang merencanakan perjalanannya dimulai dari subuh untuk menghindari macet. Saya pun nyadar bahwa dalam kondisi seperti ini kami tidak akan bisa mencapai kecepatan tertinggi, jalanan terlalu ramai dan terlalu banyak mobil yang berjalan lambat (mereka pikir mereka sudah ngebut).

Ketika mendekati Sentul, saya baru menyadari bahwa bensin sudah menipis (liat image deh) karena memang saya tidak merencakan dengan baik perjalanan ini. Terpaksa deh kami mampir isi bensin di SPBU Sentul, dan ternyata harus antri bersama para pemudik. Tjapeee deech..

antrian panjang dan penyerobot di pintu tol ciawi

Bensin hanya diisi setengah tengki saja, dengan harapan tidak menambah beban si Hijau (bener ga siih?). Keluar dari SPBU Sentul kami langsung ngebut lagi, tapi itu tidak berlangsung lama karena kami sudah tiba di pintu tol Ciawi. Cilakanya antrian di pintu tol Ciawi ini ternyata jauh lebih panjang debandingkan antrian SPBU tadi. Sebel jadi muncul karena sebagian dari para pengantri melakukan manuver-manuver serobotan demi mencapai pintu tol secepatnya.

Jadi dech kami menunggu sekitar 15 menit sampai mendapat giliran untuk membayar tol.

Selepas dari tol Jagorawi, saya sempet ragu untuk naik ke puncak atau arah lain, karena sudah terbayang betapa macetnya arus ke puncak. Karena si Hijau tidak bisa menunggu saya berlama-lama dalam keraguan maka saya putuskan untuk mengarahkan si Hijau ke Rancamaya saja, dengan harapan dapat menikmati sedikit pemandangan indah di pagi hari.

exclusive spot

exclusive spot

Sangatlah tidak salah untuk memilih Rancamaya. Mungkin karena orang sudah banyak yang bersibuk dengan persiapan lebaran atau mungkin masih berpuasa, jadi sedikitlah orang yang berminat membanjiri arena golf Rancamaya. Si Hijau saya titipkan di tempat parkir yang nyaman sedangkan saya ngopi (tidak puasa) di Club House nya Rancamaya (06.35)

Harus diakui bahwa Rancamaya Country Club memang ditata rapi dan punya banyak spot bagus untuk menikmati keindahan alam. Jadilah saya jepret beberapa kali keindahan tersebut. Ini saya sertakan juga beberapa hasil jepretan saya.

Rancamaya View

streetside view

Rancamaya view

Club House view

Club House view

Club House view

Setelah dua cangkir kopi dan beberapa jepretan, saya memutuskan untuk bergerak kembali ke Jakarta, mengingat jam Dark Knight sudah menunjukan pk. 07.20 dan Jagorawi pastinya sudah akan disemuti lagi oleh mobil-mobil lamban. Ya kami bergegas, tapi tidak melupakan pose narsis..

pengemudi belum mandi pagi

pengemudi belum mandi pagi

Seperti tak rela meninggalkan udara segar dan pemandangan yang indah bersih, kami berjalan perlahan-lahan keluar dari komplek Rancamaya. Dalam benak saya, “asyik banget nih pastinya kalau bisa sama pacar di pagi hari di sini” :). Melintas perempatan Ciawi jam 07.38.

tancap gas selepas pintu tol

tancap gas selepas pintu tol

Seperti yang kami harapkan, suasana ketika memasuk tol Jagorawi sangatlah lengang. Hanya ada dua-tiga mobil yang mengarah ke Jakarta. Tiba di pintu masuk tol Ciawi jam 07.41, kami langsung berusaha mencapai top speed. Kamera sudah saya set kembali untuk merekam speedometer pada saat kecepatan tertinggi tercapai. Kenyataannya sangatlah tidak mudah untuk melakukannya, karena saya pun tidak ingin hilang konsentrasi dari track. Saya pikir sebenarnya kita sempat mencapai 225 km/h tapi tidak dapat shot yang bagus.

Sepanjang tol Jagorawi kami dua kali melewati polisi jalan raya, satu naik motor besar, satu lagi naik Galant. Berbeda dengan kelakuan saya sebelumnya, kali ini saya tidak mengurangi sedikitpun kecepatan. Nggak tau juga kenapa sopan santun itu

top speed yg berhasil terekam

top speed yg berhasil terekam

bisa terlupakan. Tidak ada juga mobil yang berusaha menyaingi kecepatan kami selama perjalanan (yang selalu membuat saya wondering: kenapa ya?).

Kami keluar di pintu tol Kampung Rambutan sekaligus masuk ke tol JORR. Waktu tempuh selama di tol Jagorawi tersebut adalah 7 menit. Catatan waktu tersebut bukan rekor, begitu juga kecepatan tertinggi yang bisa dicapai. Rekor kecepatan yang bisa saya capai sebelumnya adalah 235 km/h. Menurut teknisi Audi, untuk mendapatkan kecepatan yang lebih, kita harus melepas setting pembatas kecepatan elektronik pada ECU (yang saya belum berminat). Namun catatan hari ini mengindikasikan bahwa si Hijau masih relatif sehat walaupun bukan pada kondisi yang optimal.

Kesimpulan ngebut pagi tadi: saya senang dan bersyukur. Meskipun bukan balapan tapi rasanya segar bisa melepaskan hasrat dan adrenalin setelah sekian lama keinginan ini tidak tercapai. Harapan saya untuk acara ngebut berikutnya adalah bisa mendapatkan teman (navigator) yang mau (dan berani) merekam acara ngebut ini. Oh , bagi yang belum mengenal si Hijau… bisa dilihat profilnya di sini.

agustus = liburan

September 6th, 2008

Dulu, waktu masih di bangku sekolah/kuliah, kita akan senang sekali kalau sudah mendekati bulan-bulan Juli dan Agustus, karena pada saat-saat ini kita dapat menikmati liburan. Artinya lepas dari rutinitas ke sekolah atau ke kampus, dan artinya juga kesempatan buat kita jalan-jalan berlibur ke luar kota ataupun ke luar negeri.. menghabiskan (baca: menikmati) masa liburan itu.

Sekarang, saat kita sudah bekerja, umumnya kita hanya dapat jatah cuti terbatas yang jauh lebih sedikit dibanding masa liburan kita waktu masih di bangku sekolah. Lebih parah lagi buat para pengusaha pas-pasan seperti saya, yang belum bisa meninggalkan (baca: terobsesi) pekerjaan demi kelangsungan usaha. Liburan seperti sesuatu yang sangat mewah karena keterikatan dengan jadwal-jadwal dengan klien atau kebutuhan lainnya.. Ya kemalasan saya dan ketidak rapian dalam manajemen waktu makin memperparah…

Adalah tantangan setiap enterpreneur untuk mencapai tujuannya, yaitu selalu siap merubah paradigma terutama dengan ketergantungan dengan pihak lain. Sayapun menyadari kekurangan dalam hal manajemen waktu, termasuk juga akibatnya (atau sebab?) tidak merencanakan berlibur selama bertahun-tahun.. Siap untuk merubah paradigma bahwa pengusaha tidak boleh berlibur sebelum 1 sudah bulat. Saya memutuskan untuk jauh lebih fleksibel dalam aturan itu… karena yang lebih penting dari usaha atau bisnis adalah hidup itu sendiri… dan sebagai seorang pico, maka liburan itu wajib hukumnya…

Jadilah saya dalam bulan Agustus ini jalan-jalan… ke Solo, ke Bali…

oh… bukan hanya Agustus… Septemberpun saya juga merencanakan untuk jalan-jalan…

eh Nopember pun sepertinya sudah confirmed untuk backpacking…

Indah kan hidup kita… :))

page baru oleh swurl

August 21st, 2008

Sudah seperti geeks, saya sepertinya sudah terdaftar di ratusan layanan web… dan sepertinya lagi masih berminat lagi untuk daftar sana-sini yang baru dan seger… Yang seger? iya seperti yang terakhir ini saya daftar lumayan asik buat diliat… namanya swurl.. Meskipun sudah lama mendengar tentang layanan ini, saya ternyata bukan enthusiast early adopter yang baik karena daftar swurl aja barusan…

pico di swurl

Layanan ini konsepnya sangat sederhana, yaitu menjadi agregator berbagai kegiatan kita di internet. Kumpulan kegiatan kita di internet itu kemudian disusun oleh swurl dalam sebuah layout blog dan layout timeline. Kegiatan apa saja yang dicatat dan ditampilkan oleh swurl? Saat ini Swurl mengakomodir kegiatan kita di beberapa site seperti flickr, last.fm, facebook, youtube, picasa, del.icio.us, friendfeed, blog (blogger.com), blog berplatform wordpress, dan blog berplatform typepad… masih ada beberapa lagi tapi masih jauh dari komplit…

Enaknya kita nggak perlu ngupdate apa-apa lagi di swurl ini, karena dia melakukan semuanya otomatis.

Oh… tapi saya mengalami sedikit masalah dengan swurl ini.. dia tidak mau (sukses) mengimpor blog saya yang satu lagi (picoseno.com), jadinya timeline nya belum lengkap.. saya sudah kirim email ke Ryan, si pembuat swurl… mudah-mudahan segera dijawab.

Selanjutnya.. silahkan coba sendiri yah…

*** Update. Ryan menjawab sangat cepat dan menjelaskan bahwa wordpress pada picoseno.com bermasalah. Dia menyarankan untuk mengembalikan semuanya ke default, dan setelah saya coba ternyata sukses. Respon yang sangat bagus dari Swurl team.

browser history mashup

August 5th, 2008

Informasi dari browser history memang bersifat private dan umumnya tidak penggunaannya hanya diperuntukkan untuk si pemgguna/pemilik browser tersebut. Namun ternyata ada kelemahan sehingga dengan menggunakan javascript, kita bisa memperoleh informasi tersebut dari pengunjung website kita. Kejelian Aza melihat hal tersebut sebagai peluang untuk memberikan treatment yang berbeda bagi para pengunjung site nya. Ia membuat sebuah script yang membaca browser history yang kemudian menyimpulkan pengunjung tersebut menggunakan fasilitas social (network) apa. Kemudian setelah informasi tersebut didapatkan, script tersebut menawarkan fasilitas share link yang tepat di mana si pengunjung memang terdaftar di socail network tertentu tersebut.. Jadi tidak fasilitas share di mana pengguna tersebut tidak terdaftar.. Intinya adalah script browser history itu menunjukkan fasilitas social network apa yang kita gunakan. Misalnya saya.. akan langsung terdeteksi bahwa saya pengguna friendster, facebook, twitter, netvibes, friendfeed, dan masih beberapa lagi… silahkan dilihat di Aza Thought

Mike dari appnexus terinspirasi oleh script Aza tadi, kemudian membangun script yang memanfaatkan browser history untuk fungsi yang berbeda. Karena perhatiannya pada online advertising, maka script ini dibangun untuk memperkirakan umur dan gender dari pengunjung website. Setelah informasi browser history tadi diperoleh, script tersebut mencocokan informasi tersebut dengan data indeks 10.000 sites teratas versi quantcast.com, di mana deskripsi analisisnya Quantcast juga menyertakan perkiraan gender dan umur para kontributor trafik. Ditambah dengan sedikit rumus pada scriptnya, maka Mike berani memperkirakan gender dari pengunjung sebuah website. Silahkan dicoba… mike on ads

Sejauh ini belum ada yang menghitung ke-akuratan hasil script tersebut. Bila hasilnya memuaskan (80% benar), maka ini adalah terobosan baru dalam contextual advertising.

Sekarang… apalagi yang bisa dibangun dengan browser history? Pastinya banyak! Apalagi bila dikombinasikan dengan fasilitas-fasilitas shared API dari website-website layanan ternama seperti Google dan lain-lain. Bayangkan saja bila anda tahu bahwa pengunjung blog anda paling sering membuka facebook atau flickr kemudian kombinasikan data tersebut dengan wilayah (IP) dan data lainnya.